Magnet itu dimiliki STIS

Monday, July 2, 2012

Sekolah Tinggi Ilmu Statistik adalah salah satu Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) di bawah naungan Badan Pusat Statistik (BPS), Lembaga Non Kementrian yang dipimpin oleh seorang Kepala. Oleh karena kedinasan maka sudah barang tentu bahwa lulusannya akan diangkat dan ditempatkan kerja menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di instansi BPS yang cakupannya sampai level kabupaten/kota.
Golongannya pun tak tanggung, IIIA. Dalam kesempatan ini saya ingin memaparkan beberapa kelebihan dan keuntungan memilih kuliah di STIS;


Gratis Biaya Pendidikan
Sebetulnya tidak gratis, tapi seluruh biaya pendidikan ditanggung negara sehingga setelah lulus nanti, alumni wajib menjalani ikatan dinas selama n+1 (beda-beda masing-masing angkatan). Jika tidak, yang bersangkutan dikenakan Ganti Rugi sejumlah nominal tertentu tergantung masa kerja di BPS dari 0 tahun sampai n+1 (n adalah masa studi, bisa 4 atau 5 tahun). Biaya Pendidikan ditanggung selama masa studi, dari tingkat I hingga tingkat IV dan wisuda. Barangkali yang belum tercover adalah pengadaan buku yang sebenarnya juga bisa dipinjam dari perpustakaan.

Hak Tunjangan Ikatan Dinas
Mahasiswa STIS berhak menerima Tunjangan Ikatan Dinas selama masa pendidikan. Besarannya cukup lumayan untuk bisa membayar uang kost dan bahkan untuk mahasiswa yang pandai mengatur uang, barangkali bisa juga untuk memenuhi kebutuhan hidup. TID terakhir yang saya dapat adalah sebesar 850 ribu. Trend TID ini cenderung meningkat, sebagai contoh diangkatan saya pernah mendapat TID dari 350 ribu, 450 ribu, 500 ribu kemudian 850 ribu.

PNS III A
Magnet terkuat penarik masyarakat untuk kuliah di STIS adalah karena kepastian diangkat PNS IIIA. Tak perlu diragukan dan tak perlu dijelaskan mengapa banyak orang antusias ingin menjadi PNS.

Ibukota Jakarta
letak STIS yang begitu strategis, di Ibukota Jakarta. Ada pepatah yang mengatakan "Merantau setengah dari kesuksesan". ya, apalagi merantau di ibukota. Pelajaran hidup, kemandirian, kepedulian dan lain-lain ditempa di kota ini. Sebetulnya merantau bisa dimana saja, tapi menurut saya, Jakarta ini lebih menantang.

Sarana dan Prasarana Lengkap
Portal SIPADU, Ruangan ber-AC, fingerprint absen, loker tas, perpustakaan, loby, auditorium, basement, Masjid lengkap sudah. Dan yang paling menggembirakan lagi, gedung STIS baru belum lama dipugar.

Sistem Paket
Tidak perlu repot memilih dan memilah Mata Kuliah yang harus diambil dalam satu semester. Sistem Paket memudahkan kita menjalani kuliah. Masuk, Absen, Duduk, Dengerin Dosen, Ujian, Lulus. :)

Ikatan Mahasiswa
Mahasiswa STIS adalah miniatur Nusantara, kita dapat bertukar budaya antar satu dengan lainnya. Karena merata setiap propinsi, maka jumlahnya tidak terlalu gemuk dari propinsi tertentu saja meskipun memang ada juga dominasi. Ikatan Mahasiswa di STIS biasanya hingga level Propinsi, tapi ada juga gabungan propinsi dan bahkan level pulau. Calon Mahasiswa Baru dari propinsi manapun, dapat meminta informasi dan bantuan kepada 'saudara'-nya yang telah dulu masuk STIS. Bantuan itu sangat penting misalnya dalam mencari kontrakan, kegiatan belajar bersama menjelang ujian dan sebagainya.

Tidak Semimiliter
Jika ada orang tua yang mengkhawatirkan anaknya yang berkuliah di STIS dianiaya fisik dan sebagainya, maka sampaikan kepadanya. STIS tidak semimiliter. Mahasiswa STIS seperti biasanya mahasiswa di Perguruan Tinggi lain, belajar, berorganisasi, bersosialisasi dan tidak ada perploncoan disini.

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.

"Haqaaiqul yaumi ahla amul amsi wa ahla amul yaumi haqaaiqul ghadi"

About Me

My Photo
Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia
Menuntut Ilmu, Berkarya, Berbagi, dan Mengamalkannya.